Everything Everywhere All at Once
Everything Everywhere All at Once adalah sebuah film apik bergenre drama komedi dan mengandung nilai absurd di dalammya. Film ini disutradarai dan ditulis oleh Daniel Kwan dan Daniel Scheinert, diproduseri bersama Anthony dan Joe Russo dan Jonathan Wang; Film ini menggabungkan unsur-unsur dari sejumlah genre dan media film, termasuk komedi surealis, fiksi ilmiah, fantasi, film seni bela diri, narasi imigran, dan animasi. Michelle Yeoh berperan sebagai Evelyn Quan Wang, seorang imigran Tionghoa-Amerika yang, ketika diaudit oleh IRS, menemukan bahwa dia harus terhubung dengan versi alam semesta paralel dirinya untuk mencegah makhluk kuat menghancurkan multiverse. Film ini juga dibintangi oleh Stephanie Hsu, Ke Huy Quan, Jamie Lee Curtis, Jenny Slate, Harry Shum Jr., dan James Hong sebagai peran pendukung.
Menurut saya sendiri film ini adalah film yang sangat brilian, penggabungan unsur-unsur di dalam film ini begitu pas, sangat menyentuh hati saya. Cara mereka menggabungkan unsur sejumlah genre dari drama hingga fiksi fantasi adalah hal yang jarang saya temui di film-film yang saya tonton sebelumnya, tidak dipungkiri mungkin terdapat kaitan nilai personal antara saya dan cerita di dalam film ini yang membuat saya begitu mencintai film ini. Nilai cerita yang dibawa oleh Daniel Kwan, Daniel Scheinert dan sinematografi yang mereka bawa ke layar kaca sangat beriringan yang jarang akan kita temui sebelumnya. Cerita yang mereka sampaikan menurut saya, bisa sangat pas di kalangan para penonton, pembawaanya dengan konsep absurd dan alur yang sangat unik, penggambaran keadaan tentang keluarga, hubungan antar karakter yang sangat kompleks, keresahan di dalam cerita yang relatable, dialog-dialog yang cantik dengan perpaduan performa aktor yang sangat sempurna. Kalau kita berbicara soal sinematografi, musik, dan visualisasi yang ditampilkan dalam film ini adalah hal yang tidak perlu diragukan lagi, luar biasa, yang anda perlu lakukan untuk membuktikan omongan saya adalah dengan menyaksikan filmnya secara langsung, yaitu dengan menonton film ini.
Namun, seperti penonton lainnya, dalam beberapa menit awal film ini kita akan dibuat kebingungan dan mempertanyakan mengapa kita menonton film ini. Dengan itu saya sarankan untuk benar-benar memperhatikan film ini dan menontonnya sampai akhir, kita akan dibuat berpikir dan penasaran akan dibawa kemana jalan ceritanya. Unsur absurd dan komedi yang mungkin tidak semua penonton akan pahami, konsep multiverse yang akan membingungkan dan sangat perlu diperhatikan.
Potongan scene dalam "Everything Everywhere All at Once."
Everything Everywhere All at Once ditayangkan perdana di South by Southwest pada 11 Maret 2022, dan mulai dirilis secara terbatas di Amerika Serikat pada 25 Maret 2022, sebelum dirilis secara luas oleh A24 pada 8 April. Film ini meraup lebih dari $141 juta di seluruh dunia, menjadi film terlaris A24. Film ini mendapatkan pujian kritis yang luas, mendapatkan banyak pengikut, dan sukses di Academy Awards ke-95, memenangkan tujuh penghargaan utama dari sebelas nominasi: Film Terbaik, Aktris Terbaik untuk Yeoh, Aktor Pendukung Terbaik untuk Quan, Aktris Pendukung Terbaik untuk Curtis, Sutradara Terbaik dan Skenario Asli Terbaik untuk Kwan dan Scheinert, serta Penyuntingan Film Terbaik. Film ini juga memenangkan dua Golden Globe Awards, lima Critics' Choice Awards (termasuk Best Picture), sebuah BAFTA Award, sebuah rekor empat SAG Awards (termasuk Best Ensemble), sebuah rekor tujuh Independent Spirit Awards (termasuk Best Feature),[14] 15] dan menyapu empat penghargaan guild utama (DGA, PGA, SAG, dan WGA).[16] Dengan 266 penghargaan dari 405 nominasi, Everything Everywhere All at Once saat ini diperkirakan menjadi film dengan penghargaan terbanyak sepanjang masa..

.jpeg)
Komentar
Posting Komentar